Pasukan Israel telah menghancurkan 5000 rumah milik warga Palestina di Al-Quds sejak awal penjajahanya tahun 1967.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Kajian Pertanahan Al-Quds mengatakan hal ini dalam makalahnya berjudul “Israel Dihadapan Hukum” pada Sabtu (18/5). Ia menyebutkan, jumlah fasilitas yang hancur antara tahun 2000 dan 2017 naik menjadi 1.700 bangunan.

Pemerintah Zionis telah melakukan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan tersebut dengan dalih tak memiliki izin.

Sementara itu, menurut koran Jerusalem International mengatakan, kelompok Zionis pada tahun 1948 melakukan aksi pembantaian terhadap rakyat dan tanah Palestina di Sinai dan Golan Suriah. Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan hukum internasional.

Antara 1967 dan 2017, Israel telah mendirikan sekitar 14 permukiman besar dan ratusan pos-pos pemukiman di bagian timur Al-Quds terjajah yang dihuni oleh 220.000 pemukim.

Menurut surat kabar itu, otoritas Zionis menyita lebih dari 26% wilayah bagian timur AL-Quds untuk membangun pemukiman dan memperluas wilayah permukiman yang ada.

Dia menunjukkan, otoritas Zionis menerapkan kebijakan pemindahan paksa warga Palestina sejak 1948. Hingga ribuan warga Palestina meninggalkan desa-desa mereka serta distrik Al-Quds.

Kebijakan ini masih dipraktekkan otoritas Zionis sampai hari ini, di mana orang-orang Palestina terlantar digantikan para pemukim Zionis di tempatnya, selain melaksanakan proyek-proyek Yahudisasi di wilayah tersebut.

Sejumlah rute berbeda bertentangan dengan hukum internasional yang diterapkan otoritas Zionis terhadap Palestina, seperti tembok pemisah dan pembunuhan di luar hukum, di samping kelanjutan dari penangkapan dan kontrol sektor pendidikan Palestina. (asy/pip)