Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui bahwa posisi Presiden
Jokowi tengah dilema mempertimbangkan penerbitan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembatalan Undang-Undang Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nmenurutnya, posisi pemerintah kini seperti dihadapkan kepada buah simalakama.

“Karena keputusan itu seperti simalakama, nggak dimakan bawa mati,
dimakan ikut mati, kan begitu, cirinya memang begitu. Jadi memang tidak
ada keputusan yang bisa memuaskan semua pihak,” ucap Moeldoko, Jakarta,
pada Jumat (04/10/2019).

Dikatakan Moeldoko, pemerintah juga menampung semua aspirasi dan
usulan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, masyarakat, hingga
partai.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa telah menemui Moeldoko pada Kamis
(four/10) untuk melakukan diskusi mengenai tuntutan dalam unjuk rasa yang
telah dilakukan, beberapa terkait Perppu UU KPK dan RUU KUHP.

“Itulah Presiden juga membuka pintu istana seluas-luasnya, semuanya didengarkan dengan baik,” papar Moeldoko.

Moeldoko juga meminta agar mahasiswa juga harus memikirkan pertimbangan yang lebih luas dalam perspektif kenegaraan.

“Semua harus dipikirkan, semua harus didengarkan. Semua warga negara juga bijak dalam menyikapi semua keputusan,” pungkasnya.

Supply hyperlink

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here