Divonis 3 Tahun, Kuasa Hukum: Habib Bahar tidak kapok melawan ketidakadilan

Foto: Habib Bahar bin Smith bersama kuasa hukum. (ist)

Cahayaislam.online — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung telah menjatuhkan vonis 3 tahun penjara buat Habib Bahar bin Smith. Vonis itu dibacakan di PN Bandung, Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019).

Menanggapi vonis, Habib Bahar menegaskan dirinya tidak akan jera dalam berjuang melawan kezaliman pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dirinya, akan tetap menyuarakan kebenaran dan keadilan meski harus mendekam di balik jeruji besi.

“Habib bahar menyatakan bahwa apapun putusan majelis hakim tetap Habib Bahar akan TIDAK KAPOK dalam melawan rezim, melawan ketidakadilan, menyuarakan kebenaran dan keadilan,” kata Aziz Yanuar, Kuasa Hukum Habib Bahar yang meneruskan ucapan Habib Bahar melalui keterangan tertulis yang diterima Swamedium, Selasa (9/7/2019).

Aziz menambahkan, kliennya itu juga tidak peduli dengan lamanya masa penahanan, dan akan terus berjuang melawan ketidakadilan.

“Tetap dimanapun ia ditahan, diasingkan dan berapa lama pun dikurung tidak akan merubah (sikap)nya. Demikian disampaikan oleh beliau,” pungkas Aziz.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim PN Bandung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara buat Habib Bahar bin Smith. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Bahar dengan 6 tahun kurungan.

Habib Bahar diadili usai menganiaya dua remaja yaitu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Penganiayaan dilakukan di pondok pesantren Tajul Alawiyyin milik Habib Bahar di kawasan Bogor pada Desember 2018.

Habib Bahar didakwa beberapa pasal. Dakwaan pertama pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pasal 333 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dakwaan kedua, Habib Bahar dituduh melanggar pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP atau pasal 351 ayat 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 351 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan ketiga, pasal 80 ayat 2 juncto pasal 76 C undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (*swa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.