Dua personil militer Amerika Serikat telah terbunuh di Afghanistan, NATO mengumumkan, tanpa mengatakan bagaimana keduanya tewas..

NATO hanya mengungkapkan bahwa keduanya tewas pada Rabu (21/eight/2019), lansir Al Jazeera.

Nama-nama mereka ditahan sampai setelah kerabat mereka mengidentifikasi, ujar pernyataan itu.

Jumlah korban tewas tentara AS di Afghanistan sepanjang tahun ini menjadi 14 orang, menurut angka resmi.

Pengumuman itu datang ketika utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menuju Qatar untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Taliban.

Dialog ini bertujuan untuk mengakhiri 18 tahun perang yang mengalami kebuntuan, yang diluncurkan setelah serangan 11 September 2001.

Sebuah terobosan dapat membuka jalan bagi penarikan pasukan asing dari Afghanistan, termasuk sekitar 14.000 tentara AS.

Penarikan pasukan adalah tuntutan utama Taliban.

Presiden AS Donald Trump, seorang kritikus vokal perang Afghanistan sebelum ia terpilih pada tahun 2016, mengatakan pasukan AS yang terjebak di sana bertindak seperti “pasukan polisi”.

Ia diyakini akan melakukan penarikan sebagian besar pasukan AS dari Afghanistan sebelum November 2020, ketika ia akan mengikuti pemilihan kembali.

Namun pemimpin Republik telah mengklaim bahwa sebagian dari pasukan AS itu harus tetap tinggal.

“Kita harus hadir, ya. Taliban tidak menghormati pemerintah Afghanistan,” klaim Trump awal pekan ini, menambahkan: “Itu adalah tempat yang berbahaya dan kita harus mengawasinya.” (arh)