Cahayaislamnews


Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan, tahun 2019 ini terdapat enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang ditutup.

Kepala Divisi Resolusi Bank dari LPS, Sofyan Baihaqi menjelaskan, ditutupnya financial institution itu akibat adanya berbagai persoalan di antaranya mismanajemen hingga pengelolaan yang tidak hati-hati.

“Rata-rata karena mismanajemen, juga pengelolaannya tidak hati-hati,” kata Sofyan saat Workshop bersama media di Sangkanurip, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu sore 27 Juli 2019.

Sofyan pun menjabarkan enam financial institution yang ditutup tersebut. Pertama, BPRS Jabal Tsur, Pasuruan (Januari), kedua BPRS Safir Bengkulu (Januari), ketiga BPR Panca Dana, Batu Malang (Februari), keempat BPRS Muamalat Yotefa, Papua (Mei), kelima BPR Legian Denpasar (Juni) dan keenam BPR Efita Dana Sejahtera Depok (Juli).

Sofyan menambahkan, saat ini ada 98 financial institution yang tengah ditangani oleh LPS. Kewenangan LPS dijelaskan antara lain menjamin simpanan nasabah di financial institution tersebut dan melakukan likuidasi.

“Jumlah financial institution yang ditangani LPS sampai saat ini 98 financial institution. Dari jumlah itu 97 di antaranya BPR, ada Jawa Barat 34 financial institution, Sumatera Barat 16 financial institution. Enam di antaranya di Bali. Sementara itu ada satu financial institution umum yaitu IFI,” kata dia. [vv]

Leave a Reply

Your email address will not be published.