GNPF Ulama: Hubungan dengan Prabowo sudah selesai

Foto: Konferensi pers GNPF ulama terkait Ijtima Ulama ke-Four. (voa-islam)

Cahayaislamnews


Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Edy Mulyadi menegaskan bahwa rencana digelarnya Ijtima Ulama ke-Four sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi pada Sabtu lalu. Menurut Edy, keputusan untuk menggelar Ijtima Ulama ke-Four sudah diputuskan dalam rapat GNPF Ulama tanggal 11 Juli, sebelum adanya pertemuan Prabowo-Jokowi.

Ketika ditanya bagaimana hubungan antara GNPF Ulama dengan Prabowo pasca Prabowo bertemu dengan Jokowi, Edy Mulyadi menegaskan bahwa hubungan antara GNPF Ulama dengan Prabowo sudah selesai ketika Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan keputusannya yang memenangkan Jokowi pada pilpres 2019.

“Saya tegaskan bahwa Ijtima Ulama ke-Four ga ada urusannya dengan Prabowo karena urusan dengan beliau sudah selesai. Kita tidak bicara kontestasi presiden lagi, kita bicara justru bagaimana lima tahun ke depan. Kita bicara strategi memenangkan pilkada 2020 yang banyak ini. Bagaimana umat Islam di negeri ini bisa hidup secara damai, secara tentram dan kemakmuran bisa dinikmati oleh rakyat lebih banyak lagi,” ujar Edy yang juga aktif di Korps Mubaligh Jakarta ini, pada Selasa (16/7).

Yang paling penting, menurut Edy adalah bagaimana nilai-nilai kebenaran, keadilan itu bisa ditegakkan dengan merata. Bukan menempuh cara hidup bernegara dengan curang, zalim dan sebagainya.

“Memang sejak awal yang didukung oleh ulama baik di GNPF Ulama, FPI, PA 212 adalah nilai-nilai kebenaran dan kejujuran, keadilan, amar ma’ruf nahi munkar. Nah kejujuran, keadilan, amar ma’ruf nahi munkar inilah yang tidak ada selama pemerintahan Jokowi. Itu sebabnya para ulama memilih lawannya Jokowi kebetulan aja lawannya itu adalah Prabowo,” jelas Edy.

Edy juga memaparkan bahwa dari awal umat dan ulama memperjuangkan nilai-nilai (worth) bukan memperjuangkan orang perorang. Jadi agenda utama Ijtima Ulama mendatang adalah mengevaluasi pola dan gerak perjuangan selama ini sampai Ijtima Ulama ke-Three.

“Kita mengevaluasi lalu kita rumuskan kembali rencana strategi perjuangan menegakkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, amar ma’ruf dan nahi munkar, ini yang akan kita rumuskan dalam ijtima ulama ke-Four nanti,” pungkas Edy.

Sumber: Voa-islam