Cahayaislamnews


Pemerintah Indonesia pada Kamis (25/7) Departemen Luar Negerinya mengecam penggusuran dan penghancuran sejumlah rumah Palestina di Al-Quds terjajah.

Dalam surat keteranganya, Indonesia meminta Israel untuk menghentikan aksinya secepatnya. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap undang-undang internasional dan bertentangan dengan sejumlah resolusi PBB dan Dewan Keamanan.

Selama bulan kemarin, Israel sibuk melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha dipastikan kegiatan tersebut akan membahayakan proses perdamaian di kawasan.

Sejak pagi tadi, buldozer-buldozer Israel menghancurkan sejumlah rumah dalam waktu bersamaan di Lembah Homs, Shur Baher, sebelah selatan kota Al-Quds, setelah sebelumnya penduduk kota tersebut diusir.

Perlu disebutkan, sejumlah bangunan yang terletak di wilayah milik pemerintah Palestina, padahal pemiliknya sudah mendapatkan izin dari pemerintah Zionis dan departemen pengadilan lokal Palestina.

Sebelumnya, pengadilan tinggi Israel pada Kamis (25/7) menyetujui penggusuran rumah Palestina dan menolak banding yang dilakukan pemiiknya.

Pada Ahad kemarin, Israel menghancurkan lebih dari 70 rumah milik warga dengan alasan dibangun berdekatan dengan tembok rasial milik otoritas Zionis. Tembok tersebut sengaja dibuat Israel untuk memisahkan wilayah Palestina jajahan dari wilayah Tepi Barat.

Supply hyperlink