Dalam Sidang ketiga sengketa Pilpres 2019 pada hari Kamis,20/6 , tim BPN Prabowo-Sandi menghadirkan 15 saksi dan 2 saksi ahli.

Salah satu ahli yang dihadirkan oleh Tim Hukum pasang capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Soegianto Sulistiono, menemukan adanya ketidaksesuaian antara knowledge angka di sistem Situng milik KPU dengan formulir C1 yang diunggah. Artinya, knowledge angka perolehan suara yang tercantum dalam Situng KPU, ada yang tidak dilengkapi dengan formulir C1. Sebab, menurut Soegianto, seharusnya knowledge angka perolehan suara seharusnya dilengkapi juga dengan knowledge C1 yang bisa diakses publik.

Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.