Sedikitnya 70 warga sipil tewas dan lima lainnya luka-luka akibat serangan rudal yang dilakukan oleh Turki dan faksi-faksi sekutunya di daerah-daerah provinsi Al-Haska, Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pada Rabu (16/10/2019).

Observatorium memperkirakan bahwa 300.000 warga sipil meninggalkan Al-Haska karena serangan Turki yang sedang berlangsung terhadap Kurdi Suriah.

Stasiun-stasiun listrik tidak beroperasi dan beberapa kota dan desa menjadi tidak berpenghuni, kata monitor Suriah.

Awal bulan ini, Dewan Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa aksi militer Turki di Suriah utara memiliki “konsekuensi dramatis” dan mencatat bahwa beberapa negara Uni Eropa telah menghentikan ekspor senjata.

Tentara Turki dan faksi-faksi sekutu mereka menyerang milisi Kurdi di timur laut Suriah pada 9 Oktober, memukul mereka dengan serangan udara dan artileri.

Pertempuran berkecamuk di perbatasan utama Suriah tempat pejuang Kurdi berusaha menahan serangan pasukan yang didukung Turki. Serangan itu terjadi ketika AS menarik pasukannya dari Suriah.

Lewat invasi ini, Erdogan berambisi untuk membuat zona penyangga yang membentang 30 kilometer dari perbatasan ke wilayah Suriah.