Cahayaislamnews
 
 
Aktivitas pengintaian oleh Rusia menyebutkan bahwa Mujahidin mengerahkan pasukan ke bagian barat daya zona “de-eskalasi” Idlib, bersiap untuk melakukan ofensif, menurut pernyataan Kepala Direktorat Operasi Utama Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers pada Senin (29/7/2019).

 

“Pengintaian saat ini telah menunjukkan gerakan terselubung pasukan ‘militan’ di bagian barat daya zona de-eskalasi [Idlib]. Setidaknya 500 ‘teroris’ dari Ha’iah Tahrir Syam telah dikerahkan dari daerah utara provinsi Idlib. Persiapan untuk operasi ofensif sedang berlangsung,” menurut pernyataan Rudskoi seperti dilansir AMN (30/7).

Menurut Rudskoi, Mujahidin HTS memiliki semakin banyak senjata buatan asing, termasuk beberapa peluncur roket. “Bersama dengan rekan-rekan Turki, kami mengambil langkah-langkah untuk mendeteksi dan menghancurkan senjata ‘teroris’, peralatan mereka, persenjataan dan gudang amunisi,” katanya.

Rudskoi mengklaim bahwa, selama 1,5 bulan terakhir, serangan di bagian barat daya zona de-eskalasi Idlib telah menghancurkan 11 tank, 17 kendaraan tempur infanteri, 12 peluncur roket ganda, 29 van dengan senapan mesin berat, dan juga tiga depot dengan lebih dari 40 drone. (arh)