Cahayaislamnews


Pengganti Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dalam kepemimpinan partai nantinya tidak hanya sebatas dua nama, Puan Maharani dan Prananda Prabowo yang tidak lain anaknya sendiri.

Nama lain yang berpotensi menjadi penerus kepemimpinan Megawati adalah kader terbaik PDIP yang baru saja memenangkan Pilpres yakni Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik dari Middle for Strategic and Worldwide Research (CSIS), J Kristiyadi menyebutkan memang peluang Jokowi tidaklah besar. Mitologi trah Soekarno yang selalu menjadi pedoman kepemimpinan PDIP.

“PDIP ini parpol yang punya suatu mitologi yang namanya Bung Karno,” ujar Kristiyadi dalam diskusi di Kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (2/Eight).

Kristiyadi menyebutkan, soal trah tersebut tidak sekadar soal keturunan dalam artian biologis. Tetapi, keturunan Soekarno juga bisa dilihat dari pembelajar dari ideologi Soekarno itu sendiri.

“Tapi sebetulnya kalau orang-orang yang Sukarnois kan bukan hanya urusan keturunan biologis. Tetapi juga bisa produk ideologis,” jelasnya.

Sambungnya, soal turunan ideologis Soekarno ini yang harus dipahami Megawati jika pada akhirnya baik Puan atau Prananda dinilai tidak terlalu cakap untuk mengemban jabatan ketua umum PDI Perjuangan.

“Bahwa pengganti Ibu Mega harus orang Sukarnois, maka saya kira tidak terbatas kepada urusan biologis. Bisa keturunan orang muda yang mampu memahami menghayati sukarnoisme,” tukasnya.

Untuk diketahui PDI Perjuangan pekan depan akan melangsung kongres ke V di Bali pada 5-Eight Agustus. Dalam kongres tersebut PDIP diagendakan akan menetapkan struktur baru yakni ketua harian partai, yang akan diisi oleh salah satu anak biologis Megawati, Prananda Prabowo atau Puan Maharani. [rm]

Leave a Reply

Your email address will not be published.