Oleh: Asyari Usman*

Paslon 02 Prabowo-Sandi jelas-jelas dicurangi. Tetapi, saya pribadi tak berani memgatakan bahwa kubu 02 bersih seputih kapas. Tetapi, dalam nota pembelaan di MK, para pengacara paslonpres 01 berani mengatakan bahwa semua tuduhan kecurangan pilpres adalah asumsi dan tidak benar.

Artinya, bagi para pembela 01 yang diketuai oleh Yusril Ihza Mahendra (YIM), Jokowi dan kubu 01 tidak melakukan peanggaran sama sekali. Luar biasa beraninya lidah mereka. Tak terbayangkan.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un!

Mohon maaf kepada khalayak semua, saya bukanlah orang sholih. Namun, saya terpaksa memberanikan diri untuk mengatakan bahwa pembelaan yang “membabibuta” untuk kubu 01 merupakan indikasi penepisan terhadap adanya pengadilan Tuhan di Hari Kebangkitan. Singkatnya, mereka tidak punya rasa takut sedikit pun terhadap apa yang mereka perbuat hari ini.

Keberanian mereka membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, terasa sudah sampai ke derajat keberanian Fir’aun menolak kekuasaan Allah SWT. Salut pada keberanian mereka. Pantas mendapat penghargaan duniawi. Wajar menerima upah dunia skala besar.

Tak banyak yang bisa kita katakan. Saya hanya berpendapat bahwa sidang pilpres MK ini menunjukkan kepada publik tentang orang-orang yang lurus lawan orang-orang munafik.

Tetapi, ada satu hal yang terngiang di telinga: apakah masih ada terminologi “lurus” dan “munafik” di kamus mereka? Wallahu a’lam.

Yang jelas, ada daya tarik yang luar biasa di kubu 01 sampai-sampai orang siap melakukan apa saja demi daya tarik itu. []

Supply hyperlink

1 COMMENT

Comments are closed.