Jakarta, Cahayaislam.on-line — Komisi Pemberantasan Korupsi diminta mengusut kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Financial institution Indonesia (BLBI). Pengusutan kasus ini jangan berhenti terhadap penetapan tersangka pada Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Analis Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Tri Wibowo Santoso mengatakan KPK harus memproses hukum terhadap pihak yang diduga memiliki keterkaitan. Ia pun menyinggung nama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Sri Mulyani juga memiliki jejak hitam dalam kasus yang masih berhubungan dengan kasus SKL BLBI ini. Pada tahun 2007 yang bersangkutan telah merugikan negara hingga Rp4,58 triliun, karena mengobral murah aset BDNI,” ujar Bowo, dalam keterangannya, Selasa 11 Juni 2019.

Dia menegaskan hal ini merujuk keterangan eks Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli. Dalam kesaksian Rizal di Pengadilan Tipikor, 6 Juli 2018 menyampaikan adanya dugaan skandal obral murah aset pengemplang BLBI.

Rizal saat itu menyebut pada 2007, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjual aset Financial institution Dagang Nasional Indonesia (BDNI) hanya seharga Rp220 miliar. Padahal, nilai aset tersebut Rp4,eight triliun. Adapun posisi Sjamsul Nursalim merupakan pemilik saham pengendali BDNI.

Bowo juga mengacu keterangan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. Menurut dia, dari keterangan Syafruddin yang juga menyebut Menteri Keuangan pada 2007 menjual aset BDNI yang tadinya Rp4,eight triliun jadi hanya Rp220 miliar. Aset BDNI kepada BPPN menjadi syarat keluarnya Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI.

“Kesaksian Rizal Ramli dan Syafruddin Arsyad Temenggung seharusnya sudah cukup bagi KPK untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujar Bowo.

Sebelumnya, KPK menetapkan pasangan suami istri, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Financial institution Indonesia (BLBI) untuk BDNI.

Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.